CARA TURUN SUJUD - LUTUT ATAU TANGAN DULU?

CARA TURUN SUJUD - LUTUT ATAU TANGAN DULU? | TAJUK ni dah lama bermain dalam fikiran Sis dan menjadi tanda tanya pada diri sendiri, cuma belum dapat jawaban yang sebetulnya cara turun sujud yang betul. Dulu memang cara sujud Sis lutut turun dulu, kemudian di uji dengan sakit lutut, Sis dulukan tangan masa turun sujud sehinggalah kini, tapi tak menjadi salah buat diri dan solat Sis. 

Sis banyakkan membaca sana sini untuk mencari jawaban bagi menyakinkan diri sendiri. Kalau baca memang berlainan pendapatnya, tapi kena yakin dan pegang pada niat kita, tak kisah cara macam mana, janji kita solat dan kita berdoa agar Allah terima solat kita. Yang penting tertib. 

Cuma seeloknya kita amik tahu dan kita cuba buat yang lebih afdal mana yang perlu dan mana yang tidak, sekurangnya yang lebih afdal tu kita mendapat ganjaran pahalanya, tapi jangan risau jika tak dapat buat pun, janganlah fikir berkurang pahalanya, tidakkkk... yang penting, jangan tinggal solat, tu lagi berdosa besar.. 

So harini Sis nak kongsikan, cara turun sujud, samaada lutut atau tangan yang dulu turun ke sejadah. Korang baca dan fahamkan. Moga ianya bermanfaat buat semua. 

Cara Turun Sujud - Lutut Atau Tangan Dulu?

Cara Turun Sujud 

Para ulama bersepakat bahawa kedua cara untuk turun sujud, mendahulukan kedua lutut atas kedua telapak tangan atau sebaliknya adalah diperbolehkan. Namun mereka berbeda pendapat dalam masalah afdhaliyyah (mana yang lebih utama).

Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah:

أما الصلاة بكليهما فجائزة بإتفاق العلماء إن شاء المصلى يضع ركبتيه قبل يديه وإن شاء وضع يديه ثم ركبتيه وصلاته صحيحة فى الحالتين بإتفاق العلماء ولكن تنازعوا فى الأفضل

“Adapun shalat dengan kedua cara tersebut maka diperbolehkan dengan kesepakatan ulama, kalau dia mau maka meletakkan kedua lutut sebelum kedua telapak tangan, dan kalau mau maka meletakkan kedua telapak tangan sebelum kedua lutur, dan shalatnya sah pada kedua keadaan dengan kesepakatan para ulama. Hanya saja mereka berselisih pendapat tentang yang afdhal”(Majmu’ Al-Fatawa 22/449).

Dan yang lebih utama wallahu a’lam adalah mendahulukan tangan dari pada lutut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا سجد أحدكم فلا يبرك كما يبرك البعير وليضع يديه قبل ركبتيه
“Apabila salah seorang sujud maka janganlah dia menderum seperti menderumnya unta, dan hendaklah dia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan An-Nasa’I, sanadnya dibaguskan oleh An-Nawawy di Al-Majmu’ 3/396, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany di Al-Irwa 2/78)

Para ahli bahasa menyebutkan bahwa rukbah (lutut) unta berada di tangannya, Adapun sendi yang berada belakang itu dinamakan ‘urqub (عرقوب). (Lihat Al-Ain 5/362, Lisanul Arab 3/ 1715, Tahdzibullughah 10/216, Al-Muhkam wal Muhith Al-A’dzom 7/15)

Dalam hadist ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita turun untuk sujud seperti unta yang mau menderum. Yang demikian karena unta menderum dengan bertumpu pada kedua lututnya yang berada di kedua tangannya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk meletakkan kedua telapak tangan dahulu sebelum kedua lutut.

Berkata Ath-Thahawy:

وَذَلِكَ أَنَّ الْبَعِيرَ رُكْبَتَاهُ فِي يَدَيْهِ ، وَكَذَلِكَ كُلُّ ذِي أَرْبَعٍ مِنْ الْحَيَوَانِ وَبَنُو آدَمَ بِخِلَافِ ذَلِكَ ؛ لِأَنَّ رُكَبَهُمْ فِي أَرْجُلِهِمْ لَا فِي أَيْدِيهِمْ فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ الْمُصَلِّيَ أَنْ يَخِرَّ عَلَى رُكْبَتَيْهِ اللَّتَيْنِ فِي رِجْلَيْهِ كَمَا يَخِرُّ الْبَعِيرُ عَلَى رُكْبَتَيْهِ اللَّتَيْنِ فِي يَدَيْهِ ، وَلَكِنْ يَخِرُّ لِسُجُودِهِ عَلَى خِلَافِ ذَلِكَ فَيَخِرُّ عَلَى يَدَيْهِ اللَّتَيْنِ لَيْسَ فِيهِمَا رُكْبَتَاهُ بِخِلَافِ مَا يَخِرُّ الْبَعِيرُ عَلَى يَدَيْهِ اللَّتَيْنِ فِيهِمَا رُكْبَتَاهُ

“Dan yang demikian itu karena kedua lutut unta ada di kedua tangannya (kaki depan), demikian pula semua hewan yang memiliki 4 kaki. Sedangkan anak Adam sebaliknya, lutut-lutut mereka ada di kaki, bukan di tangan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang yang shalat –di dalam hadist ini- dari turun sujud dengan bertumpu pada kedua lutut yang ada di kakinya seperti unta yang mau turun menderum dengan bertumpu pada kedua lutut yang ada di kedua tangannya. Akan tetapi hendaknya turun sujud bukan dengan cara seperti itu, yaitu hendaknya turun sujud dengan bertumpu pada kedua tangan, dimana kedua tangan (manusia) tidak ada lututnya. Ini berbeda dengan unta , dimana dia turun dengan bertumpu pada kedua tangan yang ada lututnya ” (Syarh Musykil Al-Atsar 1/169, Mu’assatur Risalah)

 Cara Turun Sujud - Lutut Atau Tangan Dulu?

Cara Turun Sujud - Lutut Atau Tangan Dulu?

Dari Abdullah bin Umar bahwasanya beliau meletakkan kedua telapak tangannya sebelum kedua lututnya, kemudian beliau berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يفعل ذلك

“Dahulu nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya.” (Dikeluarkan oleh Ath-Thahawy dalam Syarh Ma’ani Al-Atsar, Ad-Daruquthny, Al-Hakim (beliau menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahaby), dan dishahihkan Syeikh Al-Albany di Al-Irwa’ 2/77).

Jadi yang mana sebenarnya sunnah? 

Sujud atas 7 anggota iaitu dahi, 2 tangan, 2 lutut, dan kaki. Sempurna. 
Bagaimana dengan hidung? Hidung tidak termasuk tapi jika nak selamat, ratakan hidung ke lantai/tanah. 

Masa kita sujud, tangan kena selari dengan bahu. Atau selari dengan telinga. Kemudian direnggangkan tangannya lama selagi tidak membebankan makmum. Renggangkan pehanya dan renggangkan peha sedikit dari perutnya. Kakinya rapat atau renggang tetapi hadis sahih suruh rapatkan kaki. 

Semoga bermanfaat dan dapat membuat kita lebih bijak dan lapang dada dalam menghadapi perbezaan dalam fiqh. Tidak perlu menjadikan masalah ini membuatkan kita tidak solat atau tidak yakin akan solat kita. Niat kepada Allah, inshaallah Allah Maha Melihat dan Mengetahui segalanya. 

Wallahuaklam.


P/S: Untuk Sis, sekarang memang tangan turun dulu (sejak lutut sakit terhentak dulu) .. 

4 Comments

Thank you for coming by.
Comments are your responsibility.
Any comments are subjected to the Act 588 MCMC 1988.
Comment wisely, and do it with pure intentions.

Happy Blogging.

  1. good sharing sis... tq so much!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, moga bermanfaat buat kita semua..

      Delete
  2. Tq sis berkongsi info..
    Ibu pun tangan dulu sebab lutut pun dah mula rasa sengal2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Ibu Sal, moga bermanfaat buat kita semua..

      Delete

Post a Comment

Thank you for coming by.
Comments are your responsibility.
Any comments are subjected to the Act 588 MCMC 1988.
Comment wisely, and do it with pure intentions.

Happy Blogging.

Post a Comment